Hujan Deras Berjam-Jam, Kota Medan Dilanda Banjir di Beberapa Kecamatan

Curah hujan tinggi selama berjam-jam membuat sejumlah kecamatan di Kota Medan terendam banjir. Aktivitas warga terganggu, sementara petugas terus melakukan penanganan dan pemantauan di titik-titik terdampak.

Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Medan selama berjam-jam menyebabkan sejumlah kecamatan terendam banjir. Genangan air memenuhi permukiman warga, fasilitas umum, hingga ruas-ruas jalan utama yang biasa menjadi jalur padat kendaraan. Peristiwa ini kembali menegaskan kerentanan Kota Medan terhadap cuaca ekstrem, terutama ketika hujan turun dalam intensitas tinggi dan berlangsung dalam waktu slot.

Sejak dini hari, hujan dengan intensitas lebat tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Di beberapa kecamatan seperti Medan Johor, Medan Amplas, Medan Baru, Medan Helvetia, dan Medan Polonia, air mulai memasuki rumah warga saat hujan masih berlangsung. Genangan mulai dari setinggi mata kaki hingga mencapai paha orang dewasa membuat warga harus bersiap menghadapi kondisi yang lebih buruk. Banyak dari mereka terpaksa memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.

Ruas-ruas jalan utama pun tidak luput dari dampak banjir. Jalan Brigjen Katamso, Jalan Mongonsidi, Jalan Kapten Muslim, hingga sebagian wilayah Jalan Sisingamangaraja terpantau tergenang cukup dalam. Kendaraan kecil mengalami kesulitan melintas, sementara kendaraan besar terlihat memaksa menerjang genangan agar tetap bisa bergerak. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi di berbagai titik, membuat perjalanan yang biasanya hanya membutuhkan waktu singkat menjadi jauh lebih lama.

Warga yang harus bekerja atau beraktivitas sejak pagi berada dalam kondisi serba sulit. Ada yang memilih menunggu air surut, sementara sebagian lainnya terpaksa berangkat dengan risiko kendaraan mogok. Beberapa sekolah juga dilaporkan menunda kegiatan belajar mengajar karena akses menuju lokasi sulit dilalui. Kondisi ini membuat banyak orang tua memilih untuk menjaga anak-anak di rumah demi keselamatan.

Petugas BPBD Kota Medan bersama aparat kelurahan, kecamatan, dan relawan segera dikerahkan untuk membantu penanganan di lapangan. Mereka memeriksa titik-titik rawan banjir, membantu warga yang rumahnya terendam parah, serta mengatur lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di lokasi genangan. Beberapa petugas juga membuka saluran air yang tersumbat sampah untuk mempercepat aliran air menuju drainase utama.

Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih belum stabil. Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan air di sekitar rumah terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir. Pasokan listrik di beberapa tempat juga sempat dipadamkan sementara untuk menghindari risiko korsleting yang dapat membahayakan warga.

Fenomena banjir kali ini kembali memunculkan kekhawatiran terkait sistem drainase kota yang dianggap belum optimal. Banyak warga menilai bahwa saluran air di beberapa kawasan sudah tidak mampu menahan debit hujan dalam volume besar. Penumpukan sampah di parit menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran air, sehingga menyebabkan genangan cepat terjadi. Kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kondisi serupa terulang.

Selain itu, keberadaan permukiman padat di dekat saluran air juga memperbesar risiko banjir. Ketika saluran meluap, air akan langsung mengarah ke rumah-rumah warga. Meski beberapa program normalisasi drainase sudah dilakukan, namun hasilnya masih belum cukup maksimal untuk mengatasi curah hujan ekstrem seperti yang terjadi kali ini.

Di beberapa kawasan, warga membuat jalur darurat untuk mengalirkan air menuju parit yang lebih besar. Meski metode ini membantu menurunkan genangan, warga tetap berharap ada perbaikan jangka panjang dari pihak pemerintah. Mereka menginginkan drainase yang lebih luas, perawatan sungai secara rutin, serta pengawasan lebih ketat agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

Menjelang siang hari, beberapa titik banjir mulai menunjukkan tanda-tanda surut, meski masih ada lokasi yang belum pulih. Petugas terus berjaga untuk memastikan keadaan tetap kondusif. Bantuan logistik seperti makanan dan air minum telah disalurkan ke warga yang mengalami kerusakan rumah akibat terendam air. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar terutama bagi warga yang rumahnya berada di daerah cekungan.

Banjir yang melanda Kota Medan kali ini menjadi pengingat penting bahwa mitigasi bencana harus ditingkatkan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat, diharapkan kejadian banjir dapat diminimalkan di masa depan. Untuk saat ini, fokus utama adalah memulihkan kondisi lingkungan dan memastikan warga dapat kembali beraktivitas setelah genangan benar-benar surut.

Partner